Kesehatan

Heboh Nasi Minyak, Awas Keseringan Makan yang Digoreng Bikin Cepat Jompo!

20 Januari
722
3juta

Belakangan viral kuliner 'nasi minyak' bikin warganet khawatir soal risiko kolesterol melonjak. Pasalnya, hidangan tersebut menyuguhi konsumen dengan nasi dan sambal yang diguyur minyak.

Dokter menjabarkan sejumlah risiko dari konsumsi minyak berlebih yakni dislipidemia hingga aterosklerosis atau pengapuran dinding pembuluh darah. Tak hanya pada kelompok dewasa tua, dokter juga menyoroti bahaya kebiasaan makan makanan berminyak pada kelompok muda-mudi.

"Kalau anak-anak muda pada gemar makan yang nggak sehat, misal goreng-gorengan kol serba digoreng ya mereka kita takutkan terkena penyakit degeneratif lebih awal," spesialis penyakit dalam dari Junior Doctor Network Indonesia, dr Andi Khomeini Takdir Haruni atau yang disapa dr Koko pada detikcom.

"Jadi penuaan dini. Itu yang bisa dibilang Indonesia emas malah jadi Indonesia jompo kalau kita nggak ngerem pola hidup yang nggak sehat itu," sambungnya.

Seorang pria yang menjadi lebih kurus 32 kg membuat kagum seluruh negara dengan resepnya: Tanpa diet, saat perut kosong dia hanya minum yang hangat...
21 Agt
773
3juta

Lebih lanjut dr Koko mengingatkan, usia muda justru merupakan kesempatan untuk menabung. Salah satunya, terkait kondisi tubuh untuk masa tua mendatang.

"Justru karena masih muda, di situlah justru kita harus benar-benar nabung. Bisa modelnya kesehatan, uang, pengalaman. Kalau saya sih titik tumpunya kesehatan sehingga pada saat nanti usia lebih tua, itu penyakit degeneratif bisa lebih minimal kejadiannya," imbuh dr Koko.

Risiko Penyakit Mengintai

Salah satu risiko penyakit dari kebiasaan sering makan goreng-gorengan menurut dr Koko adalah aterosklerosis atau pengapuran pembuluh darah. Jika sudah terjadi demikian, salah satu risikonya yakni terhambatnya asupan oksigen ke organ yang mengalami aterosklerosis.

"Kalau aterosklerosis terjadi di jantung atau pembuluh darah jantung maka bisa mengganggu suplai makanan ke otot jantung. Di tempat lain juga kayak gitu. Kalau terjadi di kaki, di otak, atau di mana itu bisa mengganggu suplai makanan atau oksigen yang ada ateriosklerosisnya," pungkasnya.

Lihat! Ternyata Inilah Musuh Terbesar Diabetes!
19 Agt
59
295ribu



Kesehatan

Heboh Nasi Minyak, Awas Keseringan Makan yang Digoreng Bikin Cepat Jompo!

20 Januari
722
3juta

Belakangan viral kuliner 'nasi minyak' bikin warganet khawatir soal risiko kolesterol melonjak. Pasalnya, hidangan tersebut menyuguhi konsumen dengan nasi dan sambal yang diguyur minyak.

Dokter menjabarkan sejumlah risiko dari konsumsi minyak berlebih yakni dislipidemia hingga aterosklerosis atau pengapuran dinding pembuluh darah. Tak hanya pada kelompok dewasa tua, dokter juga menyoroti bahaya kebiasaan makan makanan berminyak pada kelompok muda-mudi.

"Kalau anak-anak muda pada gemar makan yang nggak sehat, misal goreng-gorengan kol serba digoreng ya mereka kita takutkan terkena penyakit degeneratif lebih awal," spesialis penyakit dalam dari Junior Doctor Network Indonesia, dr Andi Khomeini Takdir Haruni atau yang disapa dr Koko pada detikcom.

"Jadi penuaan dini. Itu yang bisa dibilang Indonesia emas malah jadi Indonesia jompo kalau kita nggak ngerem pola hidup yang nggak sehat itu," sambungnya.

Seorang pria yang menjadi lebih kurus 32 kg membuat kagum seluruh negara dengan resepnya: Tanpa diet, saat perut kosong dia hanya minum yang hangat...
21 Agt
773
3juta

Lebih lanjut dr Koko mengingatkan, usia muda justru merupakan kesempatan untuk menabung. Salah satunya, terkait kondisi tubuh untuk masa tua mendatang.

"Justru karena masih muda, di situlah justru kita harus benar-benar nabung. Bisa modelnya kesehatan, uang, pengalaman. Kalau saya sih titik tumpunya kesehatan sehingga pada saat nanti usia lebih tua, itu penyakit degeneratif bisa lebih minimal kejadiannya," imbuh dr Koko.

Risiko Penyakit Mengintai

Salah satu risiko penyakit dari kebiasaan sering makan goreng-gorengan menurut dr Koko adalah aterosklerosis atau pengapuran pembuluh darah. Jika sudah terjadi demikian, salah satu risikonya yakni terhambatnya asupan oksigen ke organ yang mengalami aterosklerosis.

"Kalau aterosklerosis terjadi di jantung atau pembuluh darah jantung maka bisa mengganggu suplai makanan ke otot jantung. Di tempat lain juga kayak gitu. Kalau terjadi di kaki, di otak, atau di mana itu bisa mengganggu suplai makanan atau oksigen yang ada ateriosklerosisnya," pungkasnya.

Lihat! Ternyata Inilah Musuh Terbesar Diabetes!
19 Agt
59
295ribu
👉 Rekomendasi
Semua berita