Proyek khusus

Kesaksian Anak Buah Terdakwa Kasus BTS Antar Bingkisan ke Dito Ariotedjo

16 Januari
532
2juta

Karyawan PT Mora Telematika Indonesia, Resi Yuki Bramani, mengaku mengantarkan bingkisan ke Dito Ariotedjo sebanyak dua kali. Resi mengaku bingkisan itu diantarkan ke rumah Dito di Jalan Denpasar, Jakarta.

Hal itu disampaikan Resi saat menjadi saksi sidang kasus korupsi BTS Kominfo, Senin (9/10/2023). Duduk sebagai terdakwa Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia Galumbang Menak Simanjuntak, Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan, dan Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment, Mukti Ali.

Resi, yang merupakan anak buah Galumbang, mengaku pernah dimintai tolong untuk menyerahkan bingkisan. Pertama, Resi mengaku diminta menyerahkan bingkisan ke seseorang bernama Windu.

Seorang pria yang menjadi lebih kurus 32 kg membuat kagum seluruh negara dengan resepnya: Tanpa diet, saat perut kosong dia hanya minum yang hangat...
21 Agt
915
4juta

"Sekitar Agustus September 2022, waktu itu, Pak Irwan selaku teman dari atasan saya, Pak Galumbang, minta tolong karena dia ada urusan di Eropa, untuk memberikan sejumlah apa namanya bingkisan itu," kata Resi.

"Bingkisan untuk siapa?" tanya jaksa.

"Itu saya lupa pastinya siapa, tapi menurut informasi, untuk Windu, Pak," kata Resi.

Resi juga mengaku diminta mengantarkan bingkisan lainnya ke Jalan Denpasar. Bingkisan itu diserahkan sebanyak dua kali.

"Untuk penyerahan lainnya ada ke siapa lagi?" tanya jaksa.

"Setelah itu Pak Irwan, ke Jalan Denpasar, Pak," ungkap Resi.

"Dua kali?" tanya jaksa.

"Iya," jawab Resi.

Tidak punya gigi - pakai veneer yang nyaman!
19 Agt
978
4juta

Hakim Ketua Dennie Arsan Fatrika kemudian meminta Resi menjelaskan detail alamat rumah tersebut. Resi mengatakan bingkisan itu diserahkan ke rumah seseorang bernama Dito Ariotedjo di Jalan Denpasar.

"Saudara Resi bisa lebih jelas lagi, itu Jalan Denpasar di mananya?" tanya hakim.

"Di mananya saya lupa," kata Resi.

"Itu kan rumah pejabat negara?" tanya hakim.

"Mungkin, Pak," kata Resi.

"Alamatnya jelas nggak? Iya? Bisa dijelaskan, tahu itu alamat siapa?" tanya hakim.

"Jalan Denpasar, Nomor 34," kata Resi.

"Rumah siapa itu?" tanya hakim.

"Rumah Saudara Dito," kata Resi

"Dito siapa?" tanya hakim.

"Dito Ariotedjo," jawab Resi.

Resi menyebut bingkisan itu ada yang ukurannya kecil dan juga sedang. Dia kembali menyebut bingkisan diserahkan dua kali ke Dito Ariotedjo.

"Dua kali ke situ?" tanya hakim.

Orang yang Mengalami Sakit Lutut dan Pinggul Harus Membaca Ini
19 Agt
293
1juta

"Dua kali," jawab Resi.

"Paketnya besar?" tanya hakim.

"Satu kecil, satu sedang," jawab Resi.

Resi mengatakan bingkisan pertama diterima langsung Dito. Dia mengaku sempat berbincang-bincang dengan Dito.

"Yang kedua, sudah ada di mobil, saya nggak tahu gimana teknisnya. Datang ke mobil, dipersilakan untuk masuk ke dalam, di bagasi lalu untuk masuk ke dalam. Lalu, Pak Andri bawa turun ke dalam. Lalu disambut para stafnya," kata Resi.

"Ada saudara Dito, tapi beliau sedang buru-buru kayaknya mau pergi jadi saya bawa masuk aja," sambungnya.

Payudara menjadi 2 ukuran lebih besar dalam 7 hari di rumah! Tanpa operasi!
19 Agt
523
2juta

"Saya masuk ke dalam. Saya panggil saat itu kondisi sedang ramai saat itu. Ada saudara Dito dan saya ngobrol, itu kurang dari 5 menit karena kondisi sedang ramai. Jadi, saya nggak masuk, saya taruh di meja, saya langsung pulang, saya bilang ke beliau," ucap Resi.

Sementara itu, kata Resi, bingkisan kedua tidak diterima langsung oleh Dito. Dia menyebut bingkisan kedua itu ditaruh di bagasi. Resi tak menjelaskan apa isi bingkisan itu.

Dugaan Aliran Duit ke Dito Ariotedjo

Dugaan Menpora Dito Ariotedjo menerima uang Rp 27 miliar diungkap komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan saat menjadi saksi mahkota di kasus korupsi BTS Kominfo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (26/9).

Duduk sebagai terdakwa mantan Menkominfo Johnny G Plate, mantan Dirut Bakti Kominfo Anang Achmad Latif, dan Yohan Suryanto. Irwan menyebutkan uang Rp 27 miliar itu diberikan untuk mengamankan perkara kasus korupsi BTS 4G Kominfo.

Inilah - pembunuh diabetes dan gula darah tinggi! Dalam 2-3 hari, kadar gula darah akan menjadi 4 mmol/l
19 Agt
227
1juta

Kasus korupsi BTS ini diduga merugikan negara Rp 8 triliun. Kerugian itu merupakan selisih dari total pembayaran yang telah dilakukan dengan jumlah tower BTS yang selesai pada Maret 2022.

Mulanya, hakim ketua Fahzal Hendri mencecar Irwan terkait pengeluaran dana yang dilakukan untuk mengamankan kasus BTS. Irwan, yang juga terdakwa kasus korupsi BTS 4G, menjawab ada beberapa yang dia berikan, terakhir dengan jumlah Rp 27 miliar.

"Ada untuk nutup (kasus) juga?" tanya hakim.

"Berapa?" tanya hakim.

"Rp 27 miliar," jawab Irwan.

Yang menderita diabetes mellitus - ini penting! Kadar gula darah akan lebih rendah jika setiap hari...
19 Agt
108
540ribu

Irwan mengatakan uang itu dititipkan kepada anak buah Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera, Windi Purnama, Resi. Uang itu, menurut Irwan, kemudian diserahkan ke seseorang bernama Dito Ariotedjo.

"Titip sama siapa?" tanya hakim.

"Yang terakhir namanya Dito," jawab Irwan.

"Dito apa?" tanya hakim.

"Pada saat itu saya tahunya namanya Dito," ujar Irwan.

"Dito apa, Pak? Dito tuh macam-macam," timpal hakim.

"Belakangan saya ketahui namanya Dito Ariotedjo," ungkap Irwan.

Dito juga telah buka suara. Dia bicara soal risiko.

"Ya semua harus kita hadapi, semua ada risikonya ya," ujar Dito, Minggu (1/10).

✅ Ini menghilangkan lemak dan meningkatkan metabolisme sebanyak 7 kali✅
19 Agt
180
900ribu
⏱ hal terakhir
📰 pada topik ini



Proyek khusus

Kesaksian Anak Buah Terdakwa Kasus BTS Antar Bingkisan ke Dito Ariotedjo

16 Januari
532
2juta

Karyawan PT Mora Telematika Indonesia, Resi Yuki Bramani, mengaku mengantarkan bingkisan ke Dito Ariotedjo sebanyak dua kali. Resi mengaku bingkisan itu diantarkan ke rumah Dito di Jalan Denpasar, Jakarta.

Hal itu disampaikan Resi saat menjadi saksi sidang kasus korupsi BTS Kominfo, Senin (9/10/2023). Duduk sebagai terdakwa Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia Galumbang Menak Simanjuntak, Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan, dan Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment, Mukti Ali.

Resi, yang merupakan anak buah Galumbang, mengaku pernah dimintai tolong untuk menyerahkan bingkisan. Pertama, Resi mengaku diminta menyerahkan bingkisan ke seseorang bernama Windu.

Seorang pria yang menjadi lebih kurus 32 kg membuat kagum seluruh negara dengan resepnya: Tanpa diet, saat perut kosong dia hanya minum yang hangat...
21 Agt
915
4juta

"Sekitar Agustus September 2022, waktu itu, Pak Irwan selaku teman dari atasan saya, Pak Galumbang, minta tolong karena dia ada urusan di Eropa, untuk memberikan sejumlah apa namanya bingkisan itu," kata Resi.

"Bingkisan untuk siapa?" tanya jaksa.

"Itu saya lupa pastinya siapa, tapi menurut informasi, untuk Windu, Pak," kata Resi.

Resi juga mengaku diminta mengantarkan bingkisan lainnya ke Jalan Denpasar. Bingkisan itu diserahkan sebanyak dua kali.

"Untuk penyerahan lainnya ada ke siapa lagi?" tanya jaksa.

"Setelah itu Pak Irwan, ke Jalan Denpasar, Pak," ungkap Resi.

"Dua kali?" tanya jaksa.

"Iya," jawab Resi.

Tidak punya gigi - pakai veneer yang nyaman!
19 Agt
978
4juta

Hakim Ketua Dennie Arsan Fatrika kemudian meminta Resi menjelaskan detail alamat rumah tersebut. Resi mengatakan bingkisan itu diserahkan ke rumah seseorang bernama Dito Ariotedjo di Jalan Denpasar.

"Saudara Resi bisa lebih jelas lagi, itu Jalan Denpasar di mananya?" tanya hakim.

"Di mananya saya lupa," kata Resi.

"Itu kan rumah pejabat negara?" tanya hakim.

"Mungkin, Pak," kata Resi.

"Alamatnya jelas nggak? Iya? Bisa dijelaskan, tahu itu alamat siapa?" tanya hakim.

"Jalan Denpasar, Nomor 34," kata Resi.

"Rumah siapa itu?" tanya hakim.

"Rumah Saudara Dito," kata Resi

"Dito siapa?" tanya hakim.

"Dito Ariotedjo," jawab Resi.

Resi menyebut bingkisan itu ada yang ukurannya kecil dan juga sedang. Dia kembali menyebut bingkisan diserahkan dua kali ke Dito Ariotedjo.

"Dua kali ke situ?" tanya hakim.

Orang yang Mengalami Sakit Lutut dan Pinggul Harus Membaca Ini
19 Agt
293
1juta

"Dua kali," jawab Resi.

"Paketnya besar?" tanya hakim.

"Satu kecil, satu sedang," jawab Resi.

Resi mengatakan bingkisan pertama diterima langsung Dito. Dia mengaku sempat berbincang-bincang dengan Dito.

"Yang kedua, sudah ada di mobil, saya nggak tahu gimana teknisnya. Datang ke mobil, dipersilakan untuk masuk ke dalam, di bagasi lalu untuk masuk ke dalam. Lalu, Pak Andri bawa turun ke dalam. Lalu disambut para stafnya," kata Resi.

"Ada saudara Dito, tapi beliau sedang buru-buru kayaknya mau pergi jadi saya bawa masuk aja," sambungnya.

Payudara menjadi 2 ukuran lebih besar dalam 7 hari di rumah! Tanpa operasi!
19 Agt
523
2juta

"Saya masuk ke dalam. Saya panggil saat itu kondisi sedang ramai saat itu. Ada saudara Dito dan saya ngobrol, itu kurang dari 5 menit karena kondisi sedang ramai. Jadi, saya nggak masuk, saya taruh di meja, saya langsung pulang, saya bilang ke beliau," ucap Resi.

Sementara itu, kata Resi, bingkisan kedua tidak diterima langsung oleh Dito. Dia menyebut bingkisan kedua itu ditaruh di bagasi. Resi tak menjelaskan apa isi bingkisan itu.

Dugaan Aliran Duit ke Dito Ariotedjo

Dugaan Menpora Dito Ariotedjo menerima uang Rp 27 miliar diungkap komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan saat menjadi saksi mahkota di kasus korupsi BTS Kominfo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (26/9).

Duduk sebagai terdakwa mantan Menkominfo Johnny G Plate, mantan Dirut Bakti Kominfo Anang Achmad Latif, dan Yohan Suryanto. Irwan menyebutkan uang Rp 27 miliar itu diberikan untuk mengamankan perkara kasus korupsi BTS 4G Kominfo.

Inilah - pembunuh diabetes dan gula darah tinggi! Dalam 2-3 hari, kadar gula darah akan menjadi 4 mmol/l
19 Agt
227
1juta

Kasus korupsi BTS ini diduga merugikan negara Rp 8 triliun. Kerugian itu merupakan selisih dari total pembayaran yang telah dilakukan dengan jumlah tower BTS yang selesai pada Maret 2022.

Mulanya, hakim ketua Fahzal Hendri mencecar Irwan terkait pengeluaran dana yang dilakukan untuk mengamankan kasus BTS. Irwan, yang juga terdakwa kasus korupsi BTS 4G, menjawab ada beberapa yang dia berikan, terakhir dengan jumlah Rp 27 miliar.

"Ada untuk nutup (kasus) juga?" tanya hakim.

"Berapa?" tanya hakim.

"Rp 27 miliar," jawab Irwan.

Yang menderita diabetes mellitus - ini penting! Kadar gula darah akan lebih rendah jika setiap hari...
19 Agt
108
540ribu

Irwan mengatakan uang itu dititipkan kepada anak buah Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera, Windi Purnama, Resi. Uang itu, menurut Irwan, kemudian diserahkan ke seseorang bernama Dito Ariotedjo.

"Titip sama siapa?" tanya hakim.

"Yang terakhir namanya Dito," jawab Irwan.

"Dito apa?" tanya hakim.

"Pada saat itu saya tahunya namanya Dito," ujar Irwan.

"Dito apa, Pak? Dito tuh macam-macam," timpal hakim.

"Belakangan saya ketahui namanya Dito Ariotedjo," ungkap Irwan.

Dito juga telah buka suara. Dia bicara soal risiko.

"Ya semua harus kita hadapi, semua ada risikonya ya," ujar Dito, Minggu (1/10).

✅ Ini menghilangkan lemak dan meningkatkan metabolisme sebanyak 7 kali✅
19 Agt
180
900ribu
👉 Rekomendasi
Semua berita